Aksama
riuh ombak malam hanya gelap, tak banyak isyarat lengkap tanpa sinaran apapun dibawahnya pilon pada kelopak mata harap terbalut doa-doa nafas terengah, mendesah kini seperti berteman dengan harap dan rengekan ditatapnya lingkaran berisi berlian mengiasi jari manisnya seperti yang ia inginkan, hadirnya hanya di asingkan saja pada siapa lagi ia harus meminta manusia.. hanya hadir-Nya yang bisa membuat sadar akan permainan racun dunia kini, jatuh mengalir di bawah kelopak almond itu persembahan terakhir ia pasrahkan semua akan raga hidup jiwanya pada penguasa bumi singgasananya ─ sal, 24/11/2021