Terbayar



memang benar, jauh setelah Adam dan Hawa diciptakan, manusia hingga lahir ke dunia memang tercipta bagai bentuk tangisan.
buih terselimuti dosa, hawa nafsu dan bentuk kehinaan lainnya
insan manusia yang kodratnya lemah dan banyak meminta menginginkan sorga.
mungkin selalu terdengar klise bahwa penghianatan yang dirasakan 
harus selalu terbayar bagaimanapun bentuknya.

tapi, adakah manusia yang paling ikhlas tanpa meminta apapun dari makhluk-Nya dan Tuhan nya, 
selain dirinya hanya menginginkan menjadi manusia yang paling dicintai oleh penciptanya.

pulang pergi, pagi kembali bertemu fajar dini hari,
terbayar dengan lembaran dari wajah senyum Soekarno merah muda. 
sedikit demi sedikit perjamuan dilayani, 
nasi dan gram tiap karat dari emas menjadi bukti 

kalau saja boleh meminta, 
tidak ingin banyak mengenali orang-orang yang pernah ditemui
sama luasnya laut yang terbentang, dihiasi mercusuar yang begitu kokoh berdiri dan tinggi 
sehingga pukulan deburan gemuruh dari ombak yang menghantam badannya, dan gelapnya malam.
pantai biru yang tenang dihiasi bintang laut dan awan putih tergambar sebelum menjadi laut yang mengerikan.

menangis saja sudah tidak cukup, jika harus dikatakan luka perlu dibayar.
perlu hari-hari lain lagi harus dibereskan dan ter-selesaikan, apakah sudah selesai?

tertutup, dari lembaran ini, semoga senyum itu masih ada dari luasnya hati



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Galaba Si Kenes Pohon Beringin

Aksama